Browsed by
Tag: niatan yang salah

Kisah Tentang Niatan yang Salah

Kisah Tentang Niatan yang Salah

Kisah Tentang Niatan yang Salah dari Seorang Qori, Pemberi Sedekah dan Mujahid

Niatan yang Salah – Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dalam Sunan-nya dengan sanadnya sampai Sufayi Al-Ashbahi bahwa ia masuk madinah. Tiba-tiba ia mendapati laki-laki yang dikelilingi oleh orang-orang.

Sufayi bertanya, “Siapa itu?”

Orang-orang menjawab, “Abu Hurairah.”

Sufayi lalu mendekatinya sampai duduk di depannya. Abu Hurairah sedang menceramahi orang-orang. Ketika Abu Hurairah diam dan keadaan telah sepi, Sufayi berkata kepadanya, “Kuminta padamu dengan sungguh-sungguh hendaklah engka katakana kepadaku sebuah hadits yang kau dengar dari Rasulullah yang kau pikir dan kau ajarkan.”

Abu Hurairah berkata, “Baiklah, akan aku ceritakan kepadamu sebuah hadits Rasulullah yang mengatakannya kepadaku, aku pikir dan aku ajarkan.”

Abu Hurairah Menangis

Kemudian Abu Hurairah tersedu-sedu, ia berhenti sebentar, lalu sadar kembali dan berkata, “Akan aku ceritakan kepadamu sebuah hadits yang Rasulullah mengatakannya kepadaku di rumah ini. Tidak ada seorangpun di sini kecuali aku dan beliau.”

Abu Hurairah kembali tersedu-sedu, lalu sadar dan mengusap wajahnya. Ia lalu berkata, “Akan aku ceritakan kepadamu sebuah hadits yang Rasulullah mengatakannya kepadaku di rumah ini. Tidak ada seorangpun di sini kecuali aku dan beliau.”

Kemudian Abu Hurairah kembali tersedu-sedu, lalu sadar dan mengusap wajahnya. Lalu berkata, “Akan aku ceritakan kepadamu sebuah hadits yang Rasulullah mengatakannya kepadaku di rumah ini. Tidak ada seorangpun di sini kecuali aku dan beliau.”

Abu Hurairah kembali tersedu-sedu dengat sangat hebat, kemudian ia condong mau rubuh ke depan. Sufayi menyandarkan Abu Hurairah pada dirinya lama sekali.

Kemudian Abu Hurairah tersadar lalu berkata, “Rasulullah bercerita kepadaku bahwa Allah pada hari kiamat turun menemui hamba-hamba-Nya untuk mengadili mereka. Setiap umat berlutut. Yang pertama kali dipanggil adalah orang yang hafal Al-Quran, orang yang terbunuh dalam perang di jalan Allah dan orang yang banyak hartanya.

Baca: Adab Media Sosial bagi Para Muslimah

Allah Bertanya Kepada Mereka

Allah lalu berkata pada si qari (pembaca Al-Quran), ‘Bukankah Aku telah mengajarimu apa yang Aku turunkan kepada rasul-Ku?’

Si qari menjawab, ‘Ya, benar Tuhanku.’

Allah lalu bertanya, ‘Apa yang kau lakukan dengan apa yang aku ajarkan?’

Ia menjawab, ‘Aku mendirikan shalat dengannya di tengah malam dan siang.’

Allah seketika berkata kepadanya, ‘Kau dusta!’

Malaikat juga berkata kepadanya, ‘Kau dusta!’

Allah berkata, ‘Tetapi, kamu ingin agar dikatakan si Fulan seorang qari dan hal itu telah dikatakan!’

Setelah itu didatangkanlah pemilik harta. Allah berkata padanya, ‘Bukankah telah Aku luaskan rezekimu sampai Aku tidak membiarkanmu butuh pada orang lain?’

Ia menjawab, ‘Ya benar Tuhanku.’

Allah bertanya, ‘Apa yang telah kau perbuat dengan apa yang Aku berikan kepadamu?’

Ia menjawab, ‘Aku menyambung tali silaturahmi dan bersedekah.’

Allah seketika berkata kepadanya, ‘Kau dusta!’

Malaikat juga berkata kepadanya, ‘Kau dusta!’

Allah berkata, ‘Kau hanya ingin agar dikatakan si Fulan orang yang dermawan dan hal itu telah dikatakan!’

Setelah itu didatangkanlah orang yang terbunuh di jalan Allah. Allah berkata kepadanya, ‘Kenapa kau terbunuh?’

Ia menjawab, ‘Engkau memerintahkan jihad fi sabilillah, maka aku berperang sampai terbunuh.’

Allah seketika berkata kepadanya, ‘Kau dusta!’

Malaikat juga berkata kepadanya, ‘Kau dusta!’

Allah berkata, ‘Kau hanya menginginkan agar di katakana si Fulan pemberani dan hal itu telah dikatakan!’

Rasulullah lalu menepuk kedua lututku dan bersabda: ‘Wahai Abu Hurairah, tiga orang itu adalah makhluk Allah yang pertama kali digunakan untuk menyalakan api neraka pada hari kiamat.’

HIKMAH

Sebanyak apa pun ibadah jika dilakukan dengan niatan yang salah dan tidak ikhlas karena Allah, maka ibadah itu tertolak. Sebanyak apapun kebaikan jika dilakukan dengan niatan yang salah dan tidak ikhlas karena Allah, maka kebaikan itu sia-sia saja.

Baca: Ciri Laki-laki Baik yang Jangan Sampai Kamu Tolak Jika Melamarmu

Buku Referensi: 88 Kisah Orang-orang berakhlak Mulia
Karya: Harlis Kurniawan

%d blogger menyukai ini: