Browsed by
Penulis: Haddad Dragneel

Malaikat Izrail Berkunjung ke Rumah

Malaikat Izrail Berkunjung ke Rumah

Malaikat Izrail Bertamu ke Rumah Sepasang Suami Istri

Malaikat Izrail Bertamu ke Rumah – suatu malam, ada sepasang suami istri yang sedang bercengkrama di kamar bak sepasang pengantin baru.

        Tiba-tiba sang suami mendengar ada yang mengetuk pintu. Tok… tok… tok!!

        “Mah.. ” kata sang suami, “Pintu ada yang mengetuk tuh. Ada tamu kali? ”

        Sang istri menjawab dengan malas, “Saya tidak mendengar suara apa-apa, Pa..,” katanya sambil menarik selimut.

        Tok.. tok.. tok..!!!

        Suara itu terdengar lagi.

Sang suami berkata lagi, “Mah, benar tuh. Ada yang mengetuk!” Lalu ia meminta istrinya untuk melihat ke ruang tamu, memeriksa siapa tahu benar ada tamu.

        Lantaran hormatnaya kepada suami, sang istri berjalan ke pintu yang dimaksud. Disingkapnya tirai jendela, tapi tidak ada tamu yang terlihat. Karena penasaran, dibukanya pintu, pun tidak ada tamu yang terlihat. Keadaan ini dilaporkan kepada sang suami.

        Tok.. tok.. tok..!!!

        Suara itu kembali terdengar, begitu sang istri selesai melaporkan tidak ada tamu. Si suami bingung, mengapa suara itu hanya dia yang mendengar. Dengan kainya yang agak-agak berantakan, suami ini pergi menuju ke pintu depan rumah untuk melihatnya langsung, dengan rasa penasaran.

        Kira-kira selangkah lagi menjelang pintu depan, si suami ini bertanya, “Siapa di luar? Malam-malam namu!” Suara di depan menjawab  dengan nada pelan dan datar, “Saya… Izrail!”.

Baca juga: Muslimah Harus Berhijab dengan Benar

Malaikat Izrail Mencabut Nyawanya

      Mesti pelan dan datar, suara itu bak guntur yang mengagetkan hati suami tersebut. Ia tahu bahwa malaikat izrail itu kalau datang, pasti untuk mencabut nyawa. Suami tersebut memutar langkah, berbalik ke belakang. Tiba-tiba saja ia teringat bahwa dia belum shalat, belum sedekah, belum haji sedang uang ada, belum minta maaf kepada mereka yang pernah ia kecewakan, dan belum-belum yang lainnya. Tapi terlambat. Sejurus dengan berbalik arahnya dia, tiba-tiba saja ia mendapati malaikat izrail sudah bergerak mencabut nyawanya! Maka terhempaslah badannya yang sudah tidak bernyawa.

Buku Referensi: 88 Kisah Orang-orang berakhlak Mulia
Karya: Harlis Kurniawan

Kisah Tobat Seorang Majikan

Kisah Tobat Seorang Majikan

Kisah Tobat Seorang Majikan Setelah Mendengar Ucapan dari Istri Pembantunya

Kisah Tobat Seorang Majikan – Konon di Bashrah ada seorang tukang tukang kebun yang bekerha pada salah satu orang kaya. Tukang kebun itu memiliki seorang istri yang sangat cantik jelita. Singkat cerita, majikannya tertarik kepada istri tukang kebun tersebut.

Pada suatu ketika, sang majikan pergi ke rumah tukang kebun dan berkata kepada tukang kebun, “pergilah kamu bersama si fulan dan si fulan untuk memetik buah kurma yang sudah matang dan kumpulkanlah kurma-kurma tersebut bersama dengan kurma yang lainnya.”

Baca: Tips Bertobat dari Pacaran bagi yang Terlanjur Pernah Pacaran

Tukang kebun pun bergegas pergi melaksanakan perintah majikannya tersebut. Setelah tukang kebun pergi, si majikan tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia langsung memanggil istri si tukang kebun tersebut dan berkata kepadanya, “tutuplah semua pintu rumah. Jangan sampai ada yang tertinggal satupun.

Istri si tukang kebun pun melaksanakan perintah sang majikan dan menutup semua pintu rumah. Setelah semua pintu rumah di tutup, karena agak takut, si majikan ingin memastikan lagi apakah istri si tukang kebun tersebut sudah benar-benar menutup semua pintu rumah seraya bertanya, “Apakah masih ada pintu yang belum kamu tutup?”

Baca juga: Kisah Ayahanda Habib Syekh

          Dengan tegas istri si tukang kebun itu menjawab, “Benar masih ada satu pintu lagi yang belum aku tutup.”

          Si majikan bertanya, “Pintu yang manakah itu?”

          Istri tukang kebun menjawab, “Pintu yang menghubungkan kita dengan Allah.

          Mendengar jawaban tersebut, hati si majikan tersentuh. Ia pun menangis lalu bangkit dan pergi meninggalkan rumah si tukang kebun tersebut dengan badan yang basah karena keringat. Akhirnya, ia selamat dari perbuatan maksiat dan amoral yang direncanakannya. Kemudian sang majikan bertaubat dan menyesali kesalahannya itu yang hampir membuatnya melakukan hal yang dilarang oleh Allah Swt.

HIKMAH

Beruntunglah orang yang bertaubat dari perbuatan jahat yang direncanakannya. Pasalnya, ia sudah terhindar dari panasnya api neraka yang siap membakarnya.

Buku Referensi: 88 Kisah Orang-orang berakhlak Mulia
Karya: Harlis Kurniawan

%d blogger menyukai ini: