Muslimah Harus Berhijab dengan Benar

Muslimah Harus Berhijab dengan Benar

Kenapa Muslimah Harus Berhijab dengan Benar?

Muslimah Harus Berhijab dengan Benar Di dalam masyarakat, banyak sekali wanita muslimah yang belum siap untuk berhijab secara syar’i. Alasan mereka bermacam-macam. Ada yang belum siap, ada yang mau hijabi hati dulu, ada yang malu nanti dianggap kampungan, ada yang khawatir nanti nggak laku karena katanya kalau berhijab kayak orangtua. Ada juga yang nunggu jadi orang baik dulu, ada yang khawatir kalau berhijab syar’i malah tidak sesuai antara hijabnya dengan perilakunya dan juga alasan belum berhijab kaena hijab itu mahal dan belum punya uang untuk membelinya.

“Janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) Nampak pada dirinya. Hendaklah mereka menutup kain kerudung ke dadanya.” (QS. An-Nur: 31)

Wanita harus berhijab dengan benar karena hukumnya wajib

Baca: Kriteria Berhijab yang Benar Menurut Islam

Wajibnya berhijab bagi seorang muslimah adalah sebagaimana wajibnya shalat, wajibnya zakat, wajibnya puasa. Apakah ibadah-ibadah itu boleh beralasan untuk menundanya? Jelas tidak. Jika tidak mampu shalat berdiri ketika sakit, maka duduklah, jika tidak kuat duduk maka berbaringlah, jika tidak bisa berbaring maka shalatlah dengan isyarat. Selama masih ada nyawa di badan maka tidak ada alasan apapun untuk meninggalkan shalat. Begitu juga dengan puasa, jika sakit atau berhalangan untuk melakukannya maka wajib untuk membayar dan menggantinya di hari lain. Tidak ada alasan, tidak tapi-tapian untuk meninggalkannya, kami yakin semua paham tentang hal ini.

Kewajiban berhijab syar’i bagi muslimah juga seperti itu, bahkan diriwatkan ketika perintahnya berhijab maka disaat itu juga para shahabiyah (wanita-wanita muslim di zaman rasulullah saw.) langsung mengambil kainnya dan dipotong untuk ditutupkan ke kepala hingga dadanya. (HR. Imam Bukhari no. 4758). Tidak ada alasan, tidak ada pertanyaan, tidak kepikiran modis, gaya, cocok apa tidak warnanya.

Wajib meminjami jilbab untuk saudaranya yang tidak memiliki jilbab

Rasulullah saw memerintahkan kami untuk mengeluarkan para perempuan pada hari idhul fitri dan idhul adha, para perempuan yang punya halangan, perempuan yang sedang haid dan gadis-gadis yang dipingit. Adapun perempuan yang sedang haid, mereka memisahkan diri dari shalat dan menyaksikan kebaikan dan seruan kepada kaum muslim. Aku berkata, “Ya Rasulullah, salah seorang dari kami tidak memiliki jilbab.” Rasul saw, menjawab, “Hendaknya saudaranya meminjami dia jilbab.” (HR. Muslim)

Baca: Adab Media Sosial bagi Para Muslimah

Jelas sudah Rasulullah saw., menyampaikan jika belum punya sekalipun dan tidak punya sama sekali uang untuk membeli, maka kewajiban bagi saudaranya yang lain untuk meminjamkannya. Berhijab syar’i itu tidak harus menunggu sempurna dulu dalam ketaatan, menunggu dulu sikap dan perilakunya. Karena insya Allah dengan berhijab syar’i , Allah akan mampukan kita untuk jadi lebih baik, Allah bantu kita untuk jadi lebih taat.

Ayo menjadi muslimah sejati, berhijab mulai saat ini tanpa tapi dan nanti. Berat memang pada awal tapi yakinlah akan terasa indahnya di kemudian hari.

Referensi Buku: Makin Syar’i Makin Cantik
Karya: Agus Ariwibowo & Fidayani (founder www.diarypernikahan.com)

4 thoughts on “Muslimah Harus Berhijab dengan Benar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: